Tugas Terstruktur 7 (TABEL ANALISIS LCIA (Life Cycle Impact Assessment))
TABEL ANALISIS LCIA (Life Cycle Impact Assessment)
| Kategori Dampak | Data Input Terkait (LCI) | Potensi Dampak Lingkungan |
|---|---|---|
| 1. Global Warming Potential (GWP) |
• Konsumsi listrik: 50 kWh/unit • Penggunaan bahan bakar dalam transportasi bahan baku: 5 liter solar |
• Emisi CO₂ dari pembangkit listrik berkontribusi pada efek rumah kaca. • Pembakaran solar menghasilkan CO₂ dan CH₄ → meningkatkan potensi pemanasan global. |
| 2. Acidification (Pengasaman Lingkungan) |
• Transportasi bahan baku dengan truk diesel. • Proses pembakaran dalam produksi |
• Emisi SO₂ dan NOx dari diesel menyebabkan hujan asam. • Mengakibatkan penurunan pH tanah, kerusakan vegetasi, dan degradasi ekosistem perairan. |
| 3. Resource Depletion (Pengurasan Sumber Daya) |
• Penggunaan bahan baku logam: Aluminium 2 kg/unit. • Penggunaan plastik berbasis minyak bumi: 0,5 kg/unit. |
• Penambangan aluminium menghabiskan sumber daya alam tak terbarukan dan memerlukan energi tinggi. • Plastik berasal dari minyak bumi → mempercepat penurunan cadangan fosil global. |
INTERPRETASI DAMPAK
1. Kategori dampak yang paling signifikan
Berdasarkan data LCI di atas, kategori yang paling signifikan adalah:
➡ Global Warming Potential (GWP)
Hal ini karena pemakaian energi listrik dan bahan bakar fosil memberikan kontribusi terbesar terhadap total emisi karbon produk, terutama pada fase produksi dan transportasi.
2. Rekomendasi Pengurangan Dampak
Berikut beberapa langkah perbaikan yang realistis diterapkan:
a. Pengurangan GWP
-
Beralih ke sumber listrik rendah karbon (PLTS, PLTA, atau listrik utilitas bersertifikasi hijau).
-
Optimasi proses produksi agar konsumsi listrik berkurang.
-
Efisiensi transportasi → konsolidasi logistik, menggunakan kendaraan rendah emisi.
b. Pengurangan Acidification
-
Menggunakan armada transportasi dengan standar emisi Euro4/Euro5.
-
Menggantikan bahan bakar diesel dengan biodiesel atau fuel alternatif rendah SO₂.
-
Memasang alat pengendali emisi (scrubber/filtrasi NOx) pada proses pembakaran.
c. Pengurangan Resource Depletion
-
Substitusi bahan baku dengan material daur ulang, misalnya:
-
Aluminium daur ulang (hemat energi hingga 95% dibanding aluminium murni).
-
Plastik PCR (post-consumer recycled).
-
-
Mengurangi berat material (lightweighting).
-
Merancang desain produk modular dan mudah diperbaiki.
3. Alternatif Bahan/Proses yang Lebih Ramah Lingkungan
Beberapa opsi substitusi:
a. Bahan
-
Aluminium → Baja daur ulang (lebih mudah didaur ulang dan tersedia luas).
-
Plastik berbasis minyak bumi → Bioplastik (PLA) atau plastik daur ulang.
-
Komponen energi tinggi → Material komposit rendah karbon.
b. Proses
-
Menggunakan proses low-energy manufacturing (misal: cold forming daripada casting).
-
Menggantikan proses termal dengan proses mekanis bila memungkinkan.
-
Optimasi jalur transportasi dan penggunaan kendaraan listrik/logistik hijau.

Komentar
Posting Komentar